Tips Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menggalang Dana di Platform Crowdfunding

  • November 4, 2021

 

Saat ini, untuk melakukan penggalangan dana sudah banyak metodenya, salah satunya adalah dengan crowdfunding Indonesia 2021. Metode ini kalau di Indonesia biasanya digunakan untuk menggalang dana proyek kemanusiaan, seperti membantu korban bencana, maupun proyek-proyek amal lainnya.

Crowdfunding adalah upaya pengumpulan dana, dengan memanfaatkan partisipasi pihak lainnya. Tujuannya juga untuk mempermudah agar dana cepat terkumpul. Misalnya sebuah proyek amal memperbaiki sekolah yang rusak dengan total biaya Rp 200 juta, agar dana cepat terkumpul, pihak inisiator pun membuat sebuah crowdfunding di internet.

Untuk mendapatkan dana tersebut, pihak inisiator membutuhkan pihak ketiga selaku penyedia platform untuk mempertemukannya dengan para donatur. Salah satu penyedia platform yang telah lama eksis di Indonesia adalah Amartha.

Mungkin, hampir sama dengan investasi untuk pemula peer to peer lending, bedanya lebih kepada orientasi pemberian dananya. Kalau peer to peer lending memiliki orientasi untuk mendapatkan keuntungan dari bunga uang yang diberikannya, sedangkan crowdfunding lebih bersifat sukarela.

Meski terlihat sederhana, penggalangan dana dengan cara crowdfunding tidak semudah yang dibayangkan. Karena gak semua orang dengan mudahnya menggelontorkan dana untuk proyek-proyek yang mereka sendiri tidak tahu. Oleh karenanya, perlu dilakukan beberapa trik-trik yang harus dilakukan si pihak inisiator proyek.

1. Tentukan proyek yang benar-benar membutuhkan bantuan banyak orang

Pertama, tentu kamu diharuskan untuk menentukan proyek apa yang akan ditaruh ke platform crowdfunding. Karena tujuannya amal, carilah proyek yang benar-benar membutuhkan bantuan orang banyak.

Misalnya, penggalangan dana untuk membelikan baju baru bagi korban bencana alam di suatu daerah, bisa juga untuk memperbaiki beberapa sekolah yang rusak di daerah pedalaman Indonesia, atau apapun yang memang benar-benar membutuhkan biaya super besar.

Contoh proyek yang tidak seharusnya mendapatkan bantuan dana misalnya, buka puasa bersama anak yatim di RT 01, atau membelikan sepatu baru bagi pengemis di Komplek Sukamaju.

2. Buatlah cerita yang jujur dan menyentuh

Kalau kamu memiliki proyek amal dan berencana melakukan penggalangan dana lewat crowdfunding, buatlah cerita yang menyentuh. Buatlah mulai dari latar belakang kenapa kamu menjalankan proyek ini, kemudian sasarannya, dan kondisi sesungguhnya. Buatlah sedramatis mungkin demi menarik emosi dan simpati orang-orang.

Meski dramatisasi, tapi kamu harus jujur dan jangan bohong. Sertakan foto-foto atau progres proyekmu agar lebih meyakinkan. Misalnya pengumpulan dana itu untuk pembangunan sekolah rusak, sertakan pula foto-foto kerusakannya di deskripsi ceritamu.

3. Tetapkan target dana yang realistis

Di situs-situs crowdfunding seperti Amartha, pihak inisiator proyek diminta untuk mencantumkan target penggalangan dana yang dibutuhkan. Agar lebih meyakinkan, tuliskan dana yang dibutuhkan secara realistis dan sesuai dengan besaran proyek yang akan dijalankan.

4. Kampanyekan proyek amalmu ke media sosial

Untuk menjaring banyak donatur, kampanyekan proyek amal tersebut ke media sosial. Bikin caption yang singkat, jelas, dan padat namun bisa menggiring pembaca untuk mengunjungi situs equity crowdfunding Indonesia OJK kamu.

Cara memperluas jangkauannya adalah dengan menggandeng selebgram, atau blogger kawakan yang memiliki ribuan bahkan jutaan pengikut. Minta bantuan mereka mempromosikan proyekmu tersebut.

5. Berikan kemajuan proyekmu

Mengingat metode penggalangan dana ini melibatkan partisipasi banyak orang, maka inisiator perlu bersikap akuntabel dan transparan. Setelah menerima dana, pihak inisiator bertanggung jawab terhadap seluruh orang yang menyumbangkan dananya. Bagaimana caranya?

Caranya adalah dengan memberikan laporan, maupun progres proyek tersebut. Kembali kita ambil contoh kasus perbaikan sekolah yang rusak. Selalu berikan update kepada donatur, misal, bahan-bahan pengerjaan sudah tiba di lokasi, pembangunan sudah mencapai berapa persen, terus hingga sekolah jadi dibangun 100 persen.

Jangan lupa pula untuk mencatutkan berapa total dana yang habis dikeluarkan.  Itulah 5 tips untuk melakukan penggalangan dana melalui metode crowdfunding. Kalau dibuat dengan penuh kejujuran dan tujuan yang jelas bagi banyak orang, dijamin dana bakalan cepat terkumpul!